
Allah Sang Pemberi yang Maha Adil
Hari ini iman kita diterangi kembali oleh Injil Matius pada perikop “Perumpamaan tentang Orang-orang upahan di Kebun Anggur”. Tuhan Yesus ingin menyampaikan sebuah pesan bagi kita tentang cara kerja Kerajaan Allah, yang berbeda dari perhitungan manusia. Intisarinya bukan sekadar tentang “Upah”, tetapi tentang kasih karunia, kedaulatan Allah, dan hati manusia. Seringkali manusia dengan sudut pandangnya melihat “kesejahteraan” itu dari uang yang diterima dari hasil pekerjaan itu sebagai berkat Tuhan. Namun yang dinamakan berkat itu tidak hanya berupa “uang” namun hal-hal esensial yang seharusnya bisa kita syukuri dalam kehidupan kita. Pertanyaanya “Apakah kita masih saja menilai sebuah berkat itu hanya dengan objek ‘Uang’ yang kita miliki dan dapatkan? Ataukah memang kita menutup diri terhadap ‘Berkat’ yang lain sehingga kita menjadi manusia yang buta terhadap rasa syukur?”








