Sejarah Paroki
Sebuah perjalanan iman yang unik, dari pengadaan lahan hingga menjadi komunitas Paroki yang mandiri
1996
Muncul informasi awal tentang upaya pengadaan lahan untuk gereja dan pura di kalangan Angkatan Laut.
1998
Informasi pengadaan lahan untuk kompleks gereja dan pura beredar luas di kalangan Angkatan Laut.
1999
Setelah berkoordinasi dengan Paroki Salib Suci, dibentuklah Panitia Pembangunan Gereja yang kemudian berkoordinasi dengan Angkatan Laut.💡 Catatan: Terjadi pergeseran fokus lahan dari "gereja ekumene" menjadi "gereja Katolik" (pura dan gereja Katolik).
2001
Proses pembangunan gedung gereja dimulai, namun segera dihentikan karena adanya isu penolakan pembangunan dari kalangan Angkatan Laut.
2002
Proses pembangunan gereja dilanjutkan kembali setelah isu penolakan mereda. Proses perizinan IMB di Pemkab. Sidoarjo dimulai.
2005
Gedung gereja selesai dibangun dan diresmikan, disusul dengan pembangunan pastoran. Setelah pastoran jadi, Paroki Salib Suci membentuk **Stasi Santo Paulus**.💡 Catatan: Area Stasi diperluas dengan sumbangan masing-masing 1 wilayah dari Paroki Sidoarjo, Pagesangan, dan Gembala yang Baik.
2008
Pada **1 Mei**, Stasi Santo Paulus resmi ditingkatkan statusnya menjadi **Paroki** dan tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi Paroki St. Paulus – Juanda.
2013
Dimulainya pembangunan Balai Paroki.
2014
Terjadi pergantian Romo Kepala Paroki dari Romo Sony kepada **Romo Tri Kuncoro Yekti (Romo Cun)** pada Agustus.💡 Catatan: Romo Cun mencatat bahwa paroki saat itu masih "belum matang" dan berada dalam dinamika proses menjadi paroki sejati.
Fokus Pastoral Sejak Agustus 2014 (Masa Romo Tri Kuncoro Yekti (Romo Cun))
Paroki St. Paulus – Juanda dinilai masih dalam proses pendewasaan, dengan 3 area utama yang menjadi perhatian:
Integrasi Komunitas Warga
Mendorong pengenalan lintas wilayah pasca-penggabungan dan memperkuat komunitas hidup.
Membangun Sense of Belonging
Menciptakan rasa memiliki yang kuat di antara warga paroki yang berasal dari berbagai paroki asal.
Organisasi dan Pembangunan
Melanjutkan pembangunan Balai Paroki dan menata organisasi pastoral (DPP, pengelolaan, SDM).