Langkah Pertama: Pelantikan Tahap Pertama Menjadi Katekumen

Stephanie C. - Komsos
Senin, 3 Agustus 2026
0 views
Katekese
Langkah Pertama: Pelantikan Tahap Pertama Menjadi Katekumen

Dua puluh tiga orang simpatisan dilantik menjadi katekumen pada Minggu, 19 Juli 2026 lalu di Paroki St. Paulus, Juanda.

Perjalanan Iman dari Mager ke Pelantikan Tahap I

Dua puluh tiga orang simpatisan dilantik menjadi katekumen pada Minggu, 19 Juli 2026 lalu di Paroki St. Paulus, Juanda. Salah satunya Ayrton Higa dari Lingkungan Bartolomeus I. Menurut Ayrton, tantangan yang ia rasakan berasal dari dirinya sendiri. Ia mengaku waktunya cukup tersita karena kewajiban untuk mengikuti kegiatan menggereja seperti kegiatan lingkungan, misa harian, misa mingguan, hingga pembekalan untuk katekumen itu sendiri. Pembekalan katekumen sendiri cukup fleksibel karena dapat memilih antara hari Kamis maupun minggu, namun tetap harus disiplin ikut pertemuan setiap minggunya.

“Sisi tantangannya ke diri sendiri sih,” ujar pemuda itu. Ia merasa agak mager (malas gerak) untuk melakukan aktivitas yang menjadi keharusan untuk kelulusannya dari pembelajaran katekumen dan dibaptis. Namun saat ditanya apakah yang membuatnya tetap mau melakukan semua hal itu sampai membawanya ke pelantikan tahap pertama hari itu, dia dengan tegas sambil tertawa kecil menjawab “Dorongan Roh Kudus.”

 

Mengulik Tahap Persiapan untuk Menjadi Seorang Katolik

Pelantikan tahap pertama yang baru dilakukan merupakan pelantikan dari seorang simpatisan menjadi katekumen. Pun terdapat 4 masa dan 3 tahap yang harus dilewati agar dapat menerima sakramen baptis yaitu:

1. Masa Pra-Katekumenat (diakhiri Pelantikan Tahap Pertama)

2. Masa Katekumenat (diakhiri Pelantikan Tahap Kedua)

3. Masa Persiapan Akhir (diakhiri Pembaptisan / Tahap 3)

4. Masa Mistagogi (pembinaan lanjutan untuk baptisan baru)

Menurut Gregorius Davit Anggoro Putro—yang akrab disapa Mas Davit atau Tebe seorang katekis sekaligus pengajar dan pembimbing para katekumen—Dalam Gereja Katolik, keinginan menjadi Katolik harus didasari adanya keputusan bebas dari seorang yang ingin menjadi Katolik. Sehingga menjadi Katolik juga tergantung dari proses masing-masing pribadi dalam persiapan baptis itu sendiri. “Ada yang rajin [ikut pembelajaran katekumen] sehingga dibaptis sesuai jadwal, namun ada yang bolong-bolong sehingga baptisnya juga mundur.” Tahun ini, hanya ada satu orang yang tidak melanjutkan atau menunda proses persiapan baptis.

Tertundanya penerimaan sakramen baptis selain dari sering tidak hadir pada pelajaran katekumen, biasanya ada banyak faktor, mulai dari diri sendiri seperti motivasi keinginan menjadi Katolik yang masih lemah hingga dari pihak eksternal seperti dihalangi oleh keluarga. Namun Mas Davit berharap agar para Katekumen yg telah dilantik tahap pertama terus semangat dan setia dalam proses persiapan baptis, “terus berusaha menjalin relasi pribadi dengan Tuhan, agar semakin bertumbuh di dalam Iman.”

Proficiat untuk dua puluh tiga katekumen yang telah dilantik, semoga Roh Kudus sendiri yang selalu membimbing tiap langkah Iman kalian!

“Terus berusaha menjalin relasi pribadi dengan Tuhan, agar semakin bertumbuh di dalam Iman.”

Kembali ke Daftar Berita

Tentang Kami

Gereja Santo Paulus yang bernama resmi Gereja Paroki Santo Paulus, Juanda adalah sebuah gereja paroki Katolik yang terletak di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia. Gereja ini didedikasikan kepada Santo Paulus. Gereja ini berada di bawah naungan yurisdiksi Keuskupan Surabaya

Alamat

Jl. Raya Bandara Juanda No.10, Semambung, Kec. Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61254

© 2026 Komsos Paroki St. Paulus - Juanda